Hal-hal penting yang perlu dilakukan oleh desainer produk ala Tokopedia

Posted on

– Tokopedia kembali mengadakan workshop virtual untuk jurnalis. Kali ini mengangkat tema “Mengenal Desain Produk Lebih Baik Bersama Tokopedia” dan akan memperkenalkan Dicki Dahrurozak, Head of Product Design Tokopedia.

Hal-hal penting yang perlu dilakukan oleh desainer produk ala Tokopedia

Dalam desain produk dikenal istilah “design thinking” sebelum seorang desainer mengembangkan suatu produk, yaitu pendekatan user-centric dengan mengintegrasikan kebutuhan pengguna, teknologi dan kepentingan bisnis.

Hal-hal-penting-yang-perlu-dilakukan-oleh-desainer-produk-ala-Tokopedia

Baca juga:
– Perangkat Misterius Lolos Sertifikasi, Tablet Nokia Siap Meluncur?
– Saat mempelai wanita membuka amplopnya, netizen menyorot uang yang terkumpul
– Jika Anda memiliki rumah di atas mal, seperti inilah tampilan saat menerima pesanan makanan
– Peran penting data scientist di Tokopedia, apa saja tugasnya?
– Tokopedia membagikan tips korban yang mudah, aman, dan terpercaya secara digital

“Penting untuk mengetahui audiens yang ingin Anda targetkan, karena desain produk mengikuti tren atau perilaku penggunanya. Misalnya dengan mengedepankan 3 DNA Tokopedia yaitu Focus on Consumer, Growth Mindset dan Make it Happen, Make it Better dalam menciptakan atau mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi pengguna Tokopedia,” ujar Dicki.

Tokopedia membagikan lima langkah yang harus dilakukan sebagai bagian dari “Design Thinking”

sebelum membuat inovasi produk, misalnya fitur “Gunakan Promo” Tokopedia.
Media workshop untuk lebih mengenal desain produk bersama Tokopedia, (Tokopedia)
Media workshop untuk lebih mengenal desain produk bersama Tokopedia, (Tokopedia)

1. Empati – Salah satu cara mengamati konsumen bisa melalui survei, menanyakan seberapa puas mereka terhadap suatu produk, apa yang mereka sukai, mengapa mereka memilih produk tersebut, dan sebagainya.

“Berempati terhadap kebutuhan pengguna terutama di tengah pandemi sangat membantu dalam menciptakan inovasi produk yang relevan. Misalnya, fitur ‘Gunakan Promo’ dimaksudkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak hanya dengan mudah, tetapi juga hemat dan efisien dari rumah,” jelas Dicki.

2. Tentukan – “Tentukan masalah yang ingin Anda selesaikan dan pikirkan kesulitan yang dihadapi pengguna, seperti menemukan promosi yang sesuai dan mudah digunakan saat berbelanja. Juga, gunakan informasi ini sebagai panduan untuk berinovasi,” kata Dicki.
Didukung oleh GliaStudio

3. Hasilkan ide – Saat membuat halaman iklan, sangat penting untuk bertukar ide

dengan orang lain untuk menemukan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah pengguna.

“Temukan ide sebanyak mungkin. Misalnya dengan melibatkan tim User Interface (UI) atau User Experience (UX) dalam proses riset sehingga dapat berkolaborasi dan mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna,” tambah Dicki.

4. Prototipe – “Mengubah ide menjadi solusi nyata dengan membuat prototipe sangat berguna untuk melihat bagaimana reaksi audiens kita,” jelas Dicki. Ini dapat dilakukan dengan membuat prototipe halaman atau fitur tertentu di dalam platform sebelum waktu peluncuran.

5. Uji – Amati interaksi konsumen dengan prototipe produk yang baru diproduksi. Tahap pengujian ini merupakan tahap mengumpulkan umpan balik atas karya desainer produk.

“Seorang desainer membutuhkan ide kreatif, meluangkan waktu untuk mengeksplorasi desain produknya, serta melakukan uji coba dan uji coba untuk menciptakan produk yang efektif dan terarah,” pungkas Dicki.

Baca Juga :

https://ptmahakamkencanaintanpadi.co.id
https://polresmalangkota.id
https://logistikpangan.id
https://staklimtangsel.id
https://bppdkaltim.id