Paragraf Klasifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri Dan Contoh

Posted on

Definisi paragraf klasifikasi
Buka baca cepat

Paragraf klasifikasi adalah paragraf yang dikembangkan pokok bahasan utamanya dengan mengelompokkannya ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan ciri atau ciri tertentu. Paragraf klasifikasi merupakan salah satu evolusi dari paragraf pemaparan sehingga paragraf ini dimaksudkan untuk memberikan informasi yang sangat jelas kepada pembaca

Paragraf-Klasifikasi-Pengertian-Ciri-Ciri-Dan-Contoh
Fitur paragraf klasifikasi

Berikut adalah ciri-ciri paragraf klasifikasi, yang meliputi:

Dalam paragraf ini digunakan istilah “rahasia”, “terbagi”, “rahasia” dan lain-lain.
Miliki gaya penulisan yang informatif.
Paragraf ini membagi / menggolongkan / mengelompokkan suatu masalah menjadi dua atau lebih kelompok berdasarkan referensi tertentu.

Contoh paragraf klasifikasi

Contoh 1

Hewan dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan pola makannya. Diantaranya adalah herbivora, karnivora dan omnivora.

Hewan herbivora adalah sebutan untuk hewan yang makanannya adalah tumbuhan. Posisi herbivora merupakan tingkat pertama dalam rantai makanan. Jenis hewan yang dimasuki herbivora adalah belalang, sapi, kuda, keledai, dan kambing.

Karnivora adalah spesies yang berburu hewan lain. Kita juga bisa menyebut hewan karnivora sebagai predator bagi hewan herbivora. Jenis hewan yang termasuk karnivora adalah serigalame, musang, dan macan.

Hewan omnivora adalah jenis hewan yang makanannya berupa tumbuhan dan hewan lainnya. Jenis hewan yang termasuk dalam kategori omnivora adalah bebek, ayam, beruang, dan orangutan.

Contoh 2

Sampah atau sampah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Klasifikasi ini berdasarkan jenis sampah itu sendiri. Kelompok pertama adalah sampah organik. Limbah ini dapat terurai dengan sangat mudah karena dapat membusuk. Sampah ini biasanya berasal dari sisa-sisa rumah tangga seperti sayur mayur, daging, dan nasi. Kelompok sampah ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap jika dibiarkan.

Namun limbah ini bisa bermanfaat untuk dijadikan pupuk organik. Sampah kelompok kedua adalah sampah anorganik. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat terurai oleh tanah karena tidak dapat membusuk. Sebagian besar sampah anorganik berupa plastik – plastik sisa dari wadah pengemas atau barang elektronik yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Jika opsi ini tidak dicentang, sampah ini akan bertambah.

Untuk mengatasinya, sampah anorganik dapat didaur ulang atau digunakan kembali dan dijadikan beberapa kerajinan tangan. Kemudian limbah terakhir adalah limbah kimia. Sampah ini merupakan salah satu jenis sampah yang paling berbahaya karena dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan keindahan lingkungan.

Contohnya adalah limbah dari pengolahan pabrik, limbah laboratorium, baterai, deterjen, dan lain-lain. Jika sampah ini dibuang, maka akan rusak. Karenanya, limbah ini harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang.

Contoh 3

Berdasarkan jenisnya, virus flu atau influenza dibedakan menjadi virus flu tipe A, virus flu tipe B, dan virus flu tipe C. Virus flu tipe A biasanya menginfeksi spesies burung liar. Meski begitu, virus jenis ini bisa menginfeksi manusia dan berbagai jenis hewan juga. Virus jenis ini dapat menyebabkan pandemi atau menyebar ke masyarakat luas dan menimbulkan kejadian luar biasa. Virus flu tipe B kini menjadi virus flu yang hanya menginfeksi manusia.

Meski tidak separah Virus A, virus flu jenis ini juga bisa menyebabkan epidemi, meski tidak menimbulkan kejadian luar biasa. Virus tipe C merupakan jenis virus flu yang paling ringan dibandingkan dengan dua jenis flu lainnya. Meski begitu, virus ini bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

 

LIHAT JUGA :

https://tokopediaaplikasi.id/
https://urbanescapesusa.com/
https://multiply.co.id/
https://carbomark.org/
https://finbarroreilly.com/
https://littlehorribles.com/
https://haciati.co/
https://movistarnext.com/
https://ironmanfactory.com/
https://airborn.co.id/