Pengertian Manajemen Kualitas, Konsep, Pendekatan

Posted on

Definisi manajemen mutu

pengertian-manajemen-kualitas

Pengertian manajemen mutu berarti bahwa semua kegiatan / kegiatan dan tugas dipantau yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat mutu yang diinginkan. Ini termasuk definisi pedoman mutu, pembuatan dan pelaksanaan perencanaan mutu serta penjaminan dan tentu saja kendali mutu dan peningkatan mutu.

Kualitas yang dipantau tidak hanya terbatas pada kualitas produk, tetapi juga kualitas seluruh perusahaan. Mulai dari kualitas karyawan hingga kualitas perusahaan di mata konsumen. Semua hal ini juga merupakan bagian dari manajemen mutu.

Konsep manajemen mutu telah ada sejak tahun 1920-an dan juga diterapkan dengan baik dalam bisnis pada tahun 1950-an.

Jepang adalah negara pertama yang menerapkan manajemen kualitas ini. Pada saat kesulitan ekonomi, industri Jepang mencari cara untuk berubah karena kualitas produk yang buruk.

Salah satunya adalah Toyota yang menerapkan kendali mutu dan manajemen mutu dalam proses produksinya. Dengan menerapkan model manajemen baru ini, Jepang juga berhasil menjadi negara ekspor paling sukses pada akhir 1960-an.

Karena dengan kualitas manajemen yang baik maka barang tersebut dapat memiliki kualitas yang baik dan tentunya biaya produksi yang lebih murah.

Konsep manajemen mutu

Sederhananya, konsep manajemen mutu ini terdiri dari tiga pilar utama:

  • Fokus pelanggan (fokus pelanggan)
  • Perbaikan berkelanjutan berdasarkan fakta – diadopsi dari konsep Kaizen dan juga dari siklus PDCA (Plan Do Check Action)
  • Partisipasi total dari semua level SDM (partisipasi total)

Pendekatan manajemen mutu

Berbagai pendekatan dapat dilakukan sebelum manajemen mutu ini. Davis juga menekankan bahwa kualitas ini tidak hanya menyoroti aspek akhir, yaitu produk dan layanan, tetapi juga kualitas manusia, kualitas proses, dan kualitas lingkungan.

Tidak mungkin menghasilkan produk dan layanan berkualitas tanpa melalui orang dan produk yang berkualitas. Davis mengidentifikasi lima (5) pendekatan terhadap perspektif kualitas yang dapat digunakan oleh pebisnis, termasuk:

1. Pendekatan transendental

Kualitas dalam pendekatan ini dapat diraba, tetapi sulit untuk didefinisikan dan dioperasionalkan atau diukur.

2. Pendekatan berbasis produk

Kualitas dalam pendekatan ini merupakan karakteristik atau atribut yang dapat diukur. Perbedaan kualitas secara obyektif mencerminkan perbedaan karakteristik produk, tetapi pendekatan ini tidak dapat menjelaskan perbedaan rasa dan preferensi individu.

3. Pendekatan berbasis pengguna

Kualitas dalam pendekatan ini didasarkan pada premis bahwa kualitas bergantung pada siapa yang melihatnya dan bahwa produk yang paling sesuai dengan preferensi atau selera (kegunaan) adalah produk dengan kualitas terbaik.

4. Pendekatan berbasis manufaktur

Kualitas pendekatan ini didasarkan pada penawaran atau dari sudut pandang pabrikan. Kualitas diartikan sebagai sesuatu yang memenuhi persyaratan (kualitas kesesuaian) serta prosedur.

Pendekatan ini berfokus pada kepatuhan terhadap spesifikasi yang ditetapkan secara internal oleh perusahaan. Oleh karena itu, standar yang ditetapkan oleh perusahaan, dan bukan konsumen yang menggunakannya, yang menentukan kualitas.

5. Pendekatan berbasis nilai

Dengan pendekatan ini, kualitas adalah tentang nilai dan harga. Kualitas didefinisikan sebagai “keunggulan yang terjangkau”.

Oleh karena itu, dalam pandangan ini, kualitas adalah relatif, sehingga produk dengan kualitas terbaik belum tentu merupakan produk yang paling bernilai. Produk yang paling berharga adalah produk yang paling cocok untuk dibeli.

Kriteria manajemen mutu

Manajemen mutu dianggap berhasil bila apa yang dikelolanya memenuhi beberapa kriteria. Pendapat ini diungkapkan oleh Garvin. Menurutnya, kriteria tersebut antara lain:

  • Kinerja (performance): merupakan ciri utama dari produk inti.
  • Karakteristik: properti pelengkap atau tambahan
  • Reliabilitas (keandalan): adalah kemungkinan tingkat non-penggunaan
    Conformity (kesesuaian): Sejauh mana fitur desain serta proses produk sesuai dengan standar yang ditetapkan sebelumnya.
  • Durability (durabilitas): adalah ukuran berapa lama umur teknis atau ekonomis suatu produk berlangsung.
  • Kemudahan servis (service): mudah diperbaiki, meliputi kecepatan, keterampilan, kemudahan, fasilitas, perawatan, dan penanganan keluhan yang memuaskan.
  • Estetika (estetika): Ini tentang pola, rasa dan daya tarik produk
  • Kualitas yang dirasakan: Ini tentang citra atau reputasi produk dan juga tentang tanggung jawab perusahaan atas produk tersebut.

Sekian dan terima kasih telah membaca pengertian manajemen mutu, konsep, pendekatan dan kriteria. Semoga apa yang telah dijelaskan diatas semoga bermanfaat untuk anda.

Sumber :