Valuta Asing : Pengertian, Sejarah, Sistem dan Fungsi

Posted on

Definisi valuta asing

valuta-asing

Valuta Asing, juga dikenal dengan Forex, adalah jenis perdagangan valuta asing di suatu negara terhadap mata uang negara lain, yang melibatkan pasar uang global dan dapat berlangsung terus menerus selama 24 jam. Mata uang ini sering disebut sebagai valuta asing (forex). Transaksi mata uang ini bisa atau bisa mencapai jumlah yang sangat besar setiap harinya, misalnya pada tahun 2004 ketika International Bank for Settlements, disingkat BIS, dan / atau Bank Dunia kemudian mengatakan nilai transaksi mata uang tersebut bisa mencapai $ 1,4 triliun / hari. Ada banyak keuntungan dalam perdagangan Forex seperti pergerakan harga yang cepat, volume perdagangan yang lebar, waktu perdagangan 24 jam, banyak variasi dan keuntungan lainnya yang menjadikan pasar Forex ini unik dimana permintaan akan terus bertambah.

Ada beberapa tempat yang menjadi pusat perdagangan forex, antara lain London, New York, Tokyo, dan Singapura. Biasanya, setiap negara terlibat dalam perdagangan ini dengan instrumennya. Perubahan harga mata uang di pasar valuta asing sering kali terkait dengan keadaan negara pemilik mata uang tersebut.

Menurut para ahli

Untuk mengetahui lebih jauh tentang pentingnya forex, kita bisa merujuk pada berbagai pendapat ahli tentang forex tersebut, diantaranya:

Hamdy Hadi

Mata uang asing ini merupakan mata uang asing yang mempunyai fungsi yaitu sebagai alat pembayaran untuk membiayai setiap transaksi dalam kegiatan atau kegiatan keuangan internasional, dan juga mencatat nilai tukar resmi bank sentral.

Eng, Lees dan Mauer

Mata uang asing ini merupakan mata uang asing yang sah yaitu sebagai klaim finansial atau sebagai aset perusahaan dalam bentuk mata uang asing.

Jose Rizal Joesoef

Mata uang asing ini adalah mata uang asing yang digunakan atau digunakan sebagai alat pembayaran di luar negeri.

Sejarah Valuta Asing (Forex)

Pada masa awal keberadaan manusia, setiap kebutuhan tersebut dipenuhi dengan melakukan produksinya sendiri-sendiri. Setelah berkembangnya sistem barter ini, pertukaran barang dengan barang lain, sistem barter ditinggalkan karena banyaknya kekurangan yang dirasakan dan uang dalam emas atau perak menjadi standar di pasar. Itu juga menciptakan mata uang untuk setiap wilayah.

Sejarah pertukaran uang (devisa) bisa atau bisa disebut setua uang itu sendiri, namun baru pada tahun 1880 (Perang Dunia I) menjadi fokus perhatian. Saat itu, nilai standar uang ini adalah emas murni. Ternyata standar emas ini memiliki banyak kekurangan selama perang dan menjadi semakin banyak menganggur.

Setelah perang dunia berakhir, dunia menginginkan standar ekonomi yang lebih stabil dan lebih baik. Pada tanggal 22 Juli 1944, misalnya, konferensi mata uang internasional yang disebut “Konferensi Bretton Woods” berlangsung. 44 negara ambil bagian dalam konferensi tersebut. Pada pertemuan ini ditetapkan sistem nilai tukar tetap atau yang disebut dengan “sistem nilai tukar tetap”. Beberapa ketentuan dasar yang disepakati dalam konferensi tersebut adalah:

  • Masing-masing negara ini menentukan nilai tukarnya terhadap mata uang USD (Amerika)
  • Amerika juga menetapkan nilai USD terhadap emas (USD 35 / ounce)
  • Amerika menjual emas kepada pemegang resmi mata uang USD dengan harga tetap
  • Perubahan nilai tukar terhadap mata uang USD tidak boleh melebihi 1%, jika dipaksakan, batas maksimumnya adalah 10%.

Usai konferensi, perkembangan ekonomi dunia terus mengalami percepatan. Dua tahun kemudian, Lembaga Moneter Internasional dan Bank Dunia dibentuk untuk mengawasi sistem tersebut. Namun pada tahun 1960 perekonomian Amerika mulai memburuk, sehingga kepercayaan negara lain terhadap USD mulai menurun. Hingga akhirnya, Presiden Nixon yang saat itu menjabat mengumumkan sistem nilai tukar USD pada tanggal 15 Agustus 1971. Amerika kemudian memilih floating exchange rate yaitu mata uangnya (Floating Exchange Rate System), dimana mata uang USD Nilai tidak tetap dalam jumlah tertentu, tetapi ini dapat atau dapat berubah tergantung pada mekanisme pasar (penawaran dan permintaan) untuk berubah. Setelah itu, negara lain mulai menggunakan sistem mata uang variabel, dan hingga saat ini hampir semua negara menggunakan sistem ini.

Dengan diperkenalkannya sistem mata uang variabel, pasar valuta asing mulai berkembang, memanfaatkan fluktuasi harga untuk menghasilkan keuntungan. Awalnya ini hanya digunakan sendiri-sendiri, sekarang berkembang sangat cepat. Meskipun ini sangat spekulatif dan tidak stabil, perdagangan valas saat ini merupakan pasar nilai transaksi terbesar di dunia.

Sistem valuta asing

Menurut Beams, Anthony, Clement dan Lowensohn, sistem valuta asing ini meliputi:

1. Nilai tukar gratis (floating)

Sistem nilai tukar bebas ini berarti membuat nilai tukar terpisah dari permintaan serta penangkap dari mata uang asing. Agar pemerintah tidak ikut campur dalam menentukan nilai tukar mata uang yang kemudian dipertukarkan.

Misalnya, Anda akan berbelanja di pasar terbesar di dunia. Marketplace hanya menerima euro, sedangkan kamu yang menggunakan mata uang rupiah wajib menukarkan rupiah dengan euro di website marketplace.

Tidak ada campur tangan dari pemerintah negara tempat Anda tinggal. Dengan demikian, nilai tukar di pasar disebut nilai tukar bebas. Nilai tukar di pasar juga bisa berubah sewaktu-waktu karena berbagai faktor yang mempengaruhinya.

2. Sistem nilai tukar tetap

Sistem nilai tukar tetap ini diganggu oleh pemerintah tempat Anda tinggal. Sistem nilai tukar juga diatur oleh bank sentral yang secara aktif terlibat dalam transaksi valuta asing.

Dengan ketetapan pemerintah ini, nilai tukarnya sama jika kita ingin menukar uang di bank A dengan bank lain B, C. Setelah itu, bank tidak dapat lagi mengubah nilai tukar itu sendiri, karena memiliki hubungan dengan pemerintah. . Jika bank kemudian menyimpang dan tidak memenuhi standar maka akan dikenakan sanksi.

3. Sistem nilai tukar yang dikendalikan atau dikendalikan

Pemerintah atau bank memiliki kewenangan untuk menentukan nilai alokasi penggunaan mata uang asing yang tersedia. Sehingga pasar valas tetap stabil dan tidak banyak inflasi. Sistem ini sangat berguna untuk memantau ketersediaan devisa selama kegiatan perdagangan atau kegiatan ekspor dan impor.

Tujuan Perdagangan Forex

Di bawah ini adalah beberapa tujuan adopsi forex, diantaranya sebagai berikut:

  • Sebagai media transaksi.
  • Sebagai media untuk menjaga daya beli.
  • Dapat dengan mudah mengirim uang ke luar negeri.
  • Membuat keuntungan.
  • Untuk pagar resiko (proteksi).
  • Memfasilitasi kegiatan atau kegiatan belanja di luar negeri.

Fungsi valuta asing (forex)

1. Sebagai instrumen pertukaran internasional

Mata uang tersebut memiliki fungsi untuk menukar barang atau jasa antara satu negara dengan negara lain. Ketika suatu negara A ingin membeli suatu barang dari negara B, mata uang yang digunakan adalah mata uang negara B dan bukan mata uang negara A atau juga menggunakan mata uang asing.

2. Sebagai alat pembayaran internasional

Mata uang ini dapat atau dapat berfungsi sebagai alat pembayaran hutang dari satu negara ke negara lain.

3. Sebagai pengontrol pertukaran uang

Nilai tukar ini adalah perbandingan nilai suatu mata uang dengan mata uang lainnya. Misalnya $ 1 sama dengan 14.000 rupiah. Nilai tukar suatu negara bisa atau bisa menjadi lebih kuat (kenaikan nilai) atau lebih lemah (penurunan nilai) tergantung negaranya. Dalam hal ini yaitu nilai tukar tersebut dapat atau sekarang dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengontrol nilai tukar suatu negara.

4. Sebagai instrumen untuk merasionalisasi perdagangan internasional

Karena valuta asing dapat atau dapat digunakan sebagai alat tukar internasional, perdagangan internasional difasilitasi oleh penggunaan pasar valuta asing ini.

Klasifikasi dan jenis mata uang asing (Forex)

1. Berdasarkan jenisnya

  • Perdagangan mata uang fisik
    Perdagangan forex fisik ini dalam arti sebenarnya adalah uang asing, yaitu uang asing, baik dalam bentuk logam maupun kertas.
  • Devisa non fisik
    Mata uang asing non fisik ini adalah mata uang asing yang berupa deposito atau sekuritas lain seperti cek, wesel, traveller, dll.

2. Berdasarkan bentuknya

Sering dijual di pasar internasional, mata uang asing menurut bentuknya meliputi:

  • Mata uang asing (USD, Euro, dll.)
  • Saldo (yaitu saldo dari bank devisa di suatu negara)
  • Draf asing (yaitu draft untuk kegiatan ekspor-impor)
  • Hak untuk menerima pembayaran (bentuknya tidak sama di satu negara)

Pemain valuta asing (forex)

1. Dealer

Pedagang ini (pembuat pasar) adalah pihak yang menggairahkan pasar mata uang tertentu. Biasanya dealer menetapkan saham dalam mata uang tertentu, dealer mendapatkan keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga beli mata uang asing. Biasanya dealernya adalah bank dari seluruh dunia.

2. Perorangan atau perusahaan

Individu atau perusahaan ini adalah pihak swasta yang terlibat dalam transaksi perdagangan valas. Biasanya para pelaku ini bertujuan untuk memuluskan usahanya. Beberapa contohnya adalah importir, eksportir, investor, dll.

3. Wasit dan spekulan

Arbiter dan spekulan ini adalah pihak yang bertindak sendiri-sendiri dengan mengamati perubahan nilai mata uang berdasarkan keadaan negara. Biasanya, mereka tidak berkewajiban melayani pembeli dan tidak menjamin kelangsungan pasar. Seorang spekulan (orang yang berspekulasi perubahan nilai mata uang tertentu) kemudian mendapat keuntungan dari perubahan atau fluktuasi harga umum, sementara arbiter (pihak ketiga dalam negosiasi yang dapat atau dapat memaksa kesepakatan) mendapatkan keuntungan dari mengeksploitasi perbedaan harga.

4. Pialang

Broker ini merupakan pihak yang tugasnya sebagai perantara adalah mencocokkan penawaran (penjual) dan permintaan (pembeli) dengan harga suatu mata uang tertentu. Pialang ini mendapat keuntungan dari upah untuk pekerjaannya. Pialang ini biasanya memiliki akses atau dapat berkomunikasi dengan pedagang dan bank di seluruh dunia.

5. Bank Sentral

Bank sentral ini bertugas mengontrol pasar. Bank sentral mencoba mengendalikan mata uang, inflasi atau suku bunga. Bank sentral ini dapat atau dapat mengontrol kondisi ekonomi dengan menggunakan cadangan devisa.

6. Pemerintah

Pemerintah melalui penggunaan segala macam instrumen di negaranya juga melakukan dan juga melakukan perdagangan valas. Tujuan pemerintah adalah meraup untung yang sebesar-besarnya guna meningkatkan pendapatan negara dan juga untuk melunasi hutang di luar negeri. Pendapatan dari pasar kemudian diubah menjadi mata uang lokal.

Keuntungan dan Kerugian Valuta Asing (Forex)

Pro dan kontra dari perdagangan forex ini meliputi:

Keuntungan dari pasar valuta asing

  • Transaksi ini bisa atau bisa dilakukan 24 jam.
  • Harga jual yang stabil untuk semua mata uang yang ada (yang berarti tidak akan tiba-tiba turun drastis)
  • Biaya transaksinya juga rendah
  • Setiap kenaikan atau penurunan harga mata uang itu dapat atau tidak dapat digunakan sebagai keuntungan
  • jika Anda pintar mengambil risiko.
  • Daya beli investor juga melebihi jumlah modal yang tersedia.

Kerugian dari pasar valuta asing

  • Risiko nilai tukar tidak pasti dan sulit diprediksi.
  • Sangat sulit bagi kelas menengah ke bawah untuk melakukan hal ini.
  • Asal usul negara juga mempengaruhi keberhasilan, karena terdapat risiko yang timbul dari intervensi pemerintah terhadap mata uang yang diperdagangkan.

Contoh Valuta Asing

1. Pedagang Harian

Day Trader adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan orang yang memiliki gaya trading dalam jangka pendek, dengan membuka dan menutup posisi trading di pasar keuangan dalam waktu satu hari atau bahkan kurang.

2. Swing Trader

Swing Trading adalah strategi trading yang menempatkan eksekusi Buy atau Sell pada titik-titik pembalikan harga, sehingga Anda akan bisa mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin ketika harga bergerak ke arah tertentu.

3. Posisi Pedagang

Memperdagangkan posisi ini berlawanan dengan perdagangan harian atau The Day Trader karena tujuannya adalah agar dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu yang lama serta dari pergerakan tren, bukan dengan pergerakan jangka pendek.

4. Leverage

Leverage ini merupakan pinjaman dari broker yang diberikan kepada seorang trader, sehingga dana yang dimiliki trader tersebut memiliki daya beli yang lebih besar.

5. Pasangan Mata Uang yang Berbeda

Mampu mengetahui seberapa banyak Anda berpotensi kehilangan per perdagangan adalah satu hal, tetapi sama pentingnya untuk mengetahui seberapa cepat perdagangan Anda bisa kalah. Akibatnya, kerangka waktu yang berbeda ini akan memanggil pasangan mata uang yang berbeda.

Demikian penjelasan pengertian devisa, sistem, fungsi, tujuan, jenis, contoh, semoga yang dijelaskan dapat bermanfaat untuk anda.

Sumber :